Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 November 2014

Love.
(Pablo Neruda)




Because of you, in gardens of blossoming
Flowers I ache from the perfumes of spring.
I have forgotten your face, I no longer
Remember your hands; how did your lips
Feel on mine?

Because of you, I love the white statues
Drowsing in the parks, the white statues that
Have neither voice nor sight.

I have forgotten your voice, your happy voice;
I have forgotten your eyes.



Like a flower to its perfume, I am bound to
My vague memory of you. I live with pain
That is like a wound; if you touch me, you will
Make to me an irreperable harm.

Your caresses enfold me, like climbing
Vines on melancholy walls.

I have forgotten your love, yet I seem to
Glimpse you in every window.


Because of you, the heady perfumes of
Summer pain me; because of you, I again
Seek out the signs that precipitate desires:
Shooting stars, falling objects.

SEMENTRA KITA SALING BERBISIK
(Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni)



Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla

Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.

(1966)

Kamis, 02 Januari 2014

Sayap-Sayap Patah ( Kahlil Gibran )

Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..

Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta

Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa..

Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..

Mengisi kekosongan di dalamnya..

Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih

Menimbulkan segudang tanya


Menghimpun berjuta asa

Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa

Menghimpit bayangan

Menyesakkan dada..

Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…

Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini

Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku..

Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..

Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..

Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali

Desiran angin membuat berisik dirimu

Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku

Aku tak tahu apa maksudmu

Hanya menduga..

Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana

Menunggumu dengan setia..

Menghargai apa arti cinta…

Hati yang terjatuh dan terluka

Merobek malam menoreh seribu duka

Kukepakkan sayap-sayap patahku

Mengikuti hembusan angin yang berlalu

Menancapkan rindu….

Disudut hati yang beku…

Dia retak, hancur bagai serpihan cermin

Berserakan ….

Sebelum hilang di terpa angin…

Sambil terduduk lemah….

Ku coba kembali mengais sisa hati

Bercampur baur dengan debu

Ingin ku rengkuh…

Ku gapai kepingan di sudut hati…

Hanya bayangan yang ku dapat….

Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya

Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini

Ia telah patah..

Tertusuk duri-duri yang tajam….

Hanya bisa meratap….

Meringis..

Mencoba menggapai sebuah pegangan..

Sabtu, 18 Mei 2013

Seandainya Aku Boleh Memilih


"Bandi menghilang bersama desah nafas yang membawa mereka kepuncak kenikmatan. Tak ada lagi Bandi. Tak ada lagi pengkhianatan. Yang ada cuma..cinta.."
bukan sekedar cinta segitiga..banyak segi sepertinya, karena; Bandi mencntai Rini, Rini mencintai Haris, Haris mencintai Rini, dan Tanti mencintai Haris. sinopsinya hmm..gak perlu detail karena kisah dalam novel ini sudah ada sinetronnya.. yang rata-rata orang sudah menontonya.

masih ingat gak dengan “love scene” fenomenal; desy ratnasari merobek kaos primus..

 tahun 1999..13 tahun yang lalu..kalau diingat kejadian pas nonton sinetron itu jadi senyum-senyum sendiri.."masuk kamar belajar!!" dimarahin ibu gak boleh nonton sinetron ini..haha :D

 tayang 1 minggu sekali..sinetron Indonesia terbaik sepanjang masa.. untuk..ehem..love scene yang megang dah! Bandingkan dengan sinetron Indonesia saat ini.. jauh banget perbedaannya.. -_-! males duluan buat nontonnya.. haha untuknya sekarang saya jarang nonton tv.

Paper Dolls

Ayooo..!! Ngaku!! siapa yang maenan ini..dulu waktu pas masih kecil?? Hayooo??!!



Maenan boneka kertas macam diatas ini, adalah salah satu kenanganku ketika masih kecil, hoho..ketahuan dari kecil uang jajannya sering abis buat koleksi macam-macam jenis boneka-bonekaanya loh...setiap hari kerjaanku nongkrongin abang-abang jualan didepan sekolah..haha ! jangan heran koleksi boneka kertasku sampe ratusan jumlahnya... sayangnya gak satupun koleksi itu, bertahan ada di tanganku hari ini, macem-macem: ada yang dijual, sebagian ada yang dikasih ke orang, sebagian abis dimaenin, trus abis dimaenin biasanya lupa diberesin, gak kayak diatas, dimasukkin ke tempat pensil (ide yang bagus!!), yaah! karena lupa diberesin..sama mamihku biasanya langsung kesapu dan kebuang deh jadinya.. dan sebagian kecil lainnya biasanya, entah karena terlalu suka sama tuh boneka dan karena terlalu seringnya gonta-ganti baju.. tuh tuh kepala si boneka sampe terpenggal dah jadinya!!! :D



haha :D yaudah deh gak bisa dimaenin lagi.. yaah!! kadang kalau kita pikir-pikir saat ini, maenan seperti ini memang tinggal kenangan ya.. coba deh, tanya: emang ada di mana kalau mo cari maenan ini lagi hayoo??



Susah kan nyarinya..yaaudah untuk mengobati kenangan kita print aja boneka kertas ini dan biar tetep awet muda yaa.. (bukan kekanak-kanakkan :p ) yuuuukkkksss mari mainkan boneka kertas ini lagi...



Yuks..main Yuksss!! ^_^