SEMENTRA KITA SALING BERBISIK
(Sapardi Djoko Damono,
Hujan Bulan Juni)
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.
(1966)
Tampilkan postingan dengan label sastra asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra asia. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 November 2014
Label:
kenangan,
sastra asia
Lokasi: Jakarta
Jakarta, Jakarta, Indonesia
Sabtu, 18 Mei 2013
Perburuan
Diburu! Lari! Dikepung! Berpendam diri dalam gua! Hidup sebagai kere/pengemis. Raden Hardo, anak seorang wedana, keturunan Bangsawan, anggota PETA yang desertir bersama Shodanco Dipo, dan beberapa Shodanco lainnya, Shodanco Hardo adalah pejuang yang sangat cinta Indonesia, tekadnya satu: merebut kemerdekaan dari tangan Jepang. Ia rela meninggalkan orang tua, tunangannya; Ningsih, harta dan jabatannya. Karena ia dianggap berkhianat dari PETA, ia menjadi seorang pelarian, hebatnya lagi betapapun giatnya pasukan Seinendan, dan Keibodan mencari dan mengepungnya hingga ke hutan dan pelosok pedalaman tak mampu untuk menemukan dan menangkapnya.
Kisah dengan rentang waktu pada masa penjajahan Jepang hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia, 1945. Berlatar perjuangan dalam merebut kemerdekaan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh Shodanco Karmin, Karmin ikut memburu Hardo karena simpatinya yang ia tunjukkan pada Jepang, hal ini tentu menjadikanya sebagai seorang pengkhianat bukan hanya terhadap temannya sendiri; Hardo dan Dipo juga pengkhianat terhadap bangsanya sendiri. Diakhir kisah ada hal yang mengejutkan tentang Ningsih.. dan tentang sikap memaafkan dari dalam diri seorang Hardo.
Perburuan: novel pendek Pramoedya Ananta Toer yang ia tulis ketika didalam penjara, tertera didalam buku: Penjara Bukit Duri, 1949. Istilah Shodanco mengingatkan kita pada Shodanco Supriyadi dan Shodanco Singgih dikehidupan nyata.
Mangir
** spoiler alert ** Pasca Majapahit runtuh, kerajaan di Jawa yang tersisa, salah satu kisahnya adalah tentang ambisi Panembahan Senapati, Raja Mataram yang berkuasa saat itu untuk menguasai dan memperbesar daerah kekuasaannya, salah satunya adalah menguasai Perdikan Mangir, yang letaknya berdekatan dengan kerajaan Mataram.
Demi kekuasaan, Panembahan Senapati rela untuk meng-halalkan segala cara, termasuk dengan mempergunakan putrinya sendiri, Putri Pembayum ,untuk menggoda Ki Ageng Mangir atau Wanabaya Pardikan Mangir, Putri Pembayum masuk ke Pardikan Mangir menyamar menjadi penduduk desa, dengan nama samarannya: Adisaroh, Wanabaya terpikat akan kecantikan Adisaroh hal ini kemudian menimbulkan masalah dan menjadi bahan pertengkaran antara Wanabaya dan Baru Klinting rekan seperjuangannya(lupa dia jabatannya apa).
Waktu berlalu Putri Pembayum yang pada awalnya tugasnya adalah menggiring Wanabaya agar ia dihabisi di Mataram, tetapi yang terjadi sang Putri malah jatuh cinta dan Putri Pembayum menceritakan identitas aslinya ke suaminya..Wanabaya.
Singkat cerita terjadi penyerbuan di Kerajaan Mataram dan pertempuran yang berdarah-darah akhirnya menewaskan Wanabaya, Baru Klinting dan semua para Demang Perdikan Mangir dan pada akhirnya Perdikan Mangir dikuasai Mataram.
Layar turun. Drama selesai.
*Membayangkan drama ini dipentaskan, pasti akan lebih menarik daripada hanya sekedar membaca tulisan naskah dramanya.
The Mistress of Spices (Penguasa Rempah-Rempah)
Namaku Nayan Tara..seorang anak yang lahir tapi sudah membuat orangtuaku kecewa..karena lahirnya anak perempuan lagi berarti membawa beban utang maskawin kelak jika kumenikah..aku mempunyai kemampuan istimewa..dan hal ini yang menyebabkan orang-orang datang berdatangan kepadaku..mereka memujaku dan menyebarkan cerita tentang kekuatanku ke semua negeri saat mereka melintasi samudera..
Dengan cara itulah para bajak laut mendengar tentang diriku..
Namaku Nayan Tara..dan hanya tinggal beberapa saat lagi aku menyandang nama tersebut..
Nasib sang gadis kini..
Aku adalah penguasa rempah-rempah..aku juga menguasai yang lainnya.mineral, logam, tanah, pasir serta batu. Tetapi rempah-rempahlah yang paling kusukai..aku tahu asal-usulnya, makna warnanya, dan baunya. .
Namaku Tilo, kependekkan dari Tilottama. Aku dinamakan seperti biji wijen yang terpanggang sinar matahari, rempah penuh gizi..dan mereka tidak tahu..para pelanggan ku tidak tahu..bahwa dahulu aku pernah bernama Nayan Tara..
Aku bukan lagi gadis muda belia..sejak kuputuskan untuk terjun ke api Shampati..untuk bersumpah menjadi Penguasa..aku bukan lagi diriku..aku menjadi nenek tua renta dan hidupku abadi..
Bunda Utama..Tetua Pulau..tempatku tinggal untuk menjadi penguasa..mengatakan:”Dirimu tidak penting . Tidak ada penguasa yang penting. Yang penting adalah toko. Dan rempah-rempah.”
Dan disinilah sekarang kuberada..SPICE BAZAAR..nama tokoku..kami para calon penguasa rempah disebar keseluruh penjuru dunia..kutinggalkan Pulau demi toko ini, tempat aku mengumpulkan semua yang kubutuhkan demi kebahagiaanmu..
Sampai datang seorang pria..Raven..ia bisa melihat sosok sejatiku..bukan nenek tua renta yang selama ini dilihat oleh pelangganku..aku terpikat padanya..aku mulai jatuh cinta padanya..dan aku mulai melupakan janjiku dahulu untuk menjadi penguasa rempah-rempah..
Adaptasi Filmnya:
Selasa, 30 April 2013
Sitti Nurbaya : Kasih Tak Sampai
Romeo and Julietnya
Indonesia, Roman dan Tragedi kisah anak manusia bertempat di kota
Padang tahun 1896, Sepasang remaja anak dari bangsawan
Sam/Samsulbahri/Sjamsulbahri, 18 tahun anak dari Sutan Mahmud Syah,
seorang penghulu di Padang dan Nur/Sitti Nurbaya/Sitti Noerbaja, 15
tahun anak dari Baginda Sulaiman saudagar kaya, mereka berdua adalah
tetangga sekaligus teman satu sekolah. Mereka mulai jatuh cinta, takdir
memisahkan mereka, mereka bersatu kembali, takdir memisahkan mereka
untuk selamanya (Nurbaya mati karena diracun), Samsulbahri mencoba bunuh
diri sebanyak dan sekurang-kurangnya 4 kali tapi gagal (1. menembakkan
pistol dikepala, meleset, 2. Gantung diri, tiang roboh, 3. Minum racun,
gelas pecah tertembak musuh, 4. Terjun dari sungai dan tenggelam, ada
seseorang yang menyelamatkannya) dan pada akhirnya Samsulbahri mati
akibat luka dikepalanya karena duel dengan Datuk Meringgih dalam satu
pertempuran karena masalah Belasting (Pajak mata pencaharian)
di Padang, Samsulbahri berhasil membalas dendam, ia pun membunuh Datuk
Meringgih dengan menembakkan pistol tepat didadanya, dan cerita
berakhir.
Seperti halnya cerita roman klasik lainnya, Ada persamaan ketika pemeran antagonis mencoba mengakhiri hidup pemeran protagonis contohnya: ketika Snow White mati suri karena apel dari ibu tiri yang jahat, Sleeping Beauty tertidur 100 tahun karena kutukan jarum pintal dari Peri yang lupa diundang orangtuanya dan Sitti Nurbaya mati karena lemang beracun dari mantan suaminya. Perbedaannya, Snow White dan Sleeping Beauty pada akhirnya hidup lagi dan hidup berbahagia selamanya, sedang Sitti Nurbaya seberapapun besar cinta yang diberikan oleh Samsulbahri tak akan mengubah kenyataan, ia tak akan pernah hidup kembali.
Seperti halnya cerita roman klasik lainnya, Ada persamaan ketika pemeran antagonis mencoba mengakhiri hidup pemeran protagonis contohnya: ketika Snow White mati suri karena apel dari ibu tiri yang jahat, Sleeping Beauty tertidur 100 tahun karena kutukan jarum pintal dari Peri yang lupa diundang orangtuanya dan Sitti Nurbaya mati karena lemang beracun dari mantan suaminya. Perbedaannya, Snow White dan Sleeping Beauty pada akhirnya hidup lagi dan hidup berbahagia selamanya, sedang Sitti Nurbaya seberapapun besar cinta yang diberikan oleh Samsulbahri tak akan mengubah kenyataan, ia tak akan pernah hidup kembali.
Senin, 15 April 2013
Snow (Di Balik Keheningan Salju)
Lagi, kisah tentang benturan peradaban: timur dan barat. Setelah karya yang sebelumnya dengan friksi yang sama My Name is Red. Snow adalah buku yang dipersembahkan Orhan Pamuk secara pribadi untuk putrinya; Rüya.
Salju..
mengingatkan saya kepada Tuhan,
mengingatkan saya pada keindahan dan kemisteriusan makhluk hidup,
pada kebahagian yang paling asasi, yaitu kehidupan.
Salju..
mempersatukan umat manusia.
seolah-olah menjadi selimut yang menyelumbungi kebencian,
keserakahan, dan kemarahan,
dan membuat semua orang merasa berdekatan.
Dan kepingan salju adalah sekelumit catatan hidup Ka. Puisi yang telah membuka kunci makna kehidupannya, yang sekarang dilihatnya berada di dalam inti dirinya. Tetapi seperti puisi itu sendiri yang tidak memberikan penjelasan sederhana sulit untuk mengatakan seberapa banyak dia telah memutuskan pada saat itu, dan seberapa banyak kehidupannya ditentukan oleh simetri tersembunyi yang berusaha dia ungkapkan dalam buku ini.
Kerim Alakuþoðlu*, ia tidak suka nama itu dan lebih senang dipanggil dengan inisialnya; Ka. Ka seorang ‘buangan politik’ karena paham yang dianutnya (Ateis) dan diberi suaka ke Jerman,setelah lebih dari 12 tahun dan ia telah memutuskan hubungan dengan para komunis Turky. Ka kembali ke negerinya..
Disebuah kota yang bernama Kars, ia bertemu kembali dengan cinta lama dan terpendamnya, Ýpek, seorang wanita yang kini telah bercerai.
Tujuan Ka datang ke kota Kars adalah untuk menyelidiki (sebagai seorang wartawan) banyaknya wanita muda yang melakukan bunuh diri, Teslime adalah salah satunya. Teslime melakukan bunuh diri karena larangan pemakaian jilbab di sekolahnya. Kisah bunuh diri para wanita ini, menyeret Ka menjadi saksi mata penembakan direktur pendidikan oleh seorang ekstrimis muslim ketika ia dan Ýpek berada dalam sebuah kafe.
Kota Kars dan Ýpek telah menginspirasi Ka untuk membuat puisi lagi, setelah ia mengalami kebuntuan dalam menulis puisi ketika ia berada di Jerman. ‘Salju’ adalah puisi yang menggambarkan pengalaman mistiknya tentang segala hal yang terjadi dalam dirinya ketika ia berada di Kars. Setelah ‘Salju’ mengalir lancar karya-karya puisinya yang lain.
Wanita lain yang memberi kesan di hati Ka adalah Kadife, adik kandung dari Ýpek. Seorang muslimah taat (dianggap radikal dinegerinya), Kadife bergabung dan menjadi pemimpin suatu organisasi kelompok Turki perempuan yang memperjuangkan hak mereka untuk berhijab serta menawarkan tempat berlindung bagi perempuan yang terancam oleh anggota keluarganya. Ka menyebutnya sebagai ‘Feminis Islam’.
Pada pertengahan cerita dalam buku ini diketahui..
Ternyata Ka bukanlah laki-laki yang dicintai sesungguhnya oleh kedua wanita ini (Ýpek dan Kadife). Mereka mencintai Blue (dinovel terjemahan Serambi, namanya menjadi Lazuardi, Lazuardi = langit??), seorang islamis politis yang hendak melancarkan kudeta pada Junta Militer, dan mengembalikan Turki menjadi negara Islam bukan sebagai negara sekuler seperti yang dijalankan oleh Atatürk.
Hampir lupa, satu lagi! Pada tengah kisah ada seorang tokoh, kita sebut saja seorang narator bernama Orhan (lagi-lagi Orhan Pamuk menyisipkan namanya , lagi!). Ia adalah seorang novelis yang berperan penting khususnya pada akhir cerita dalam novel ini, ia memiliki hubungan yang dekat dan erat dengan Ka(sahabat Ka), lewatnya-lah penggalan kehidupan Ka disusunnya lagi dalam sebuah buku. Setelah peristiwa empat tahun sebelumnya yang membuat Ka harus kehilangan nyawa. Cerita Ka ini, berkaitan juga dengan buku Orhan Pamuk yang lain; The Black Book dan The Museum of Innocence.
Sebuah novel yang bercerita tentang Turki sebagai negara sekuler (oleh Atatürk pada tahun 1923. Atatürk memperkenalkan sekularisasi negara dalam UUD Turki tahun 1924, bersama Reformasi Atatürk) yang menilai jilbab sebagai sebuah kemunduran dan hambatan dalam modernisasi Republik Turki yang baru (lepas dari dinasti Ottoman).
Yang terjadi adalah pertentangan dari kaum muslim konservatif dengan keyakinan yang taat dan berakibat bentrokan dengan pihak militer (negara).
Kontroversi dari pemerintahan yang dijalankan oleh Atatürk. Antara lain di bawah kepemimpinannya, Khalifah atau imam tertinggi dalam politik dan keagamaan dihapus, simbol kesultanan Ottoman juga dihapuskan, kekuatan otoritas agama dan fungsionaris berkurang dan akhirnya dihapuskan(Wikipedia).
Sungguh sebuah novel yang berat, tapi lebih ringan dari My Name is Red. Mengungkap tabir tentang apa yang terjadi dalam sebuah bangsa, dimana kebijakkannya (sekulerisme) disatu sisi memberikan manfaat terhadap modernisasi bangsa dan sisi lain adanya pemaksaaan kehendak seorang pemimpin terhadap kebebasan menjalankan perintah agama bagi rakyatnya.
Aku sarankan bagi yang pertama kali membaca karya Orhan Pamuk untuk membaca Snow terlebih dahulu.. lebih ringan karena rentang waktu kejadian pasca perang dunia II.. serasa belajar sejarah..
* Alakuþoðlu (dibaca: alakuoolu??/entahlah gak terlalu yakin ini benar atau tidak)
Salju..
mengingatkan saya kepada Tuhan,
mengingatkan saya pada keindahan dan kemisteriusan makhluk hidup,
pada kebahagian yang paling asasi, yaitu kehidupan.
Salju..
mempersatukan umat manusia.
seolah-olah menjadi selimut yang menyelumbungi kebencian,
keserakahan, dan kemarahan,
dan membuat semua orang merasa berdekatan.
Dan kepingan salju adalah sekelumit catatan hidup Ka. Puisi yang telah membuka kunci makna kehidupannya, yang sekarang dilihatnya berada di dalam inti dirinya. Tetapi seperti puisi itu sendiri yang tidak memberikan penjelasan sederhana sulit untuk mengatakan seberapa banyak dia telah memutuskan pada saat itu, dan seberapa banyak kehidupannya ditentukan oleh simetri tersembunyi yang berusaha dia ungkapkan dalam buku ini.
Kerim Alakuþoðlu*, ia tidak suka nama itu dan lebih senang dipanggil dengan inisialnya; Ka. Ka seorang ‘buangan politik’ karena paham yang dianutnya (Ateis) dan diberi suaka ke Jerman,setelah lebih dari 12 tahun dan ia telah memutuskan hubungan dengan para komunis Turky. Ka kembali ke negerinya..
Disebuah kota yang bernama Kars, ia bertemu kembali dengan cinta lama dan terpendamnya, Ýpek, seorang wanita yang kini telah bercerai.
Tujuan Ka datang ke kota Kars adalah untuk menyelidiki (sebagai seorang wartawan) banyaknya wanita muda yang melakukan bunuh diri, Teslime adalah salah satunya. Teslime melakukan bunuh diri karena larangan pemakaian jilbab di sekolahnya. Kisah bunuh diri para wanita ini, menyeret Ka menjadi saksi mata penembakan direktur pendidikan oleh seorang ekstrimis muslim ketika ia dan Ýpek berada dalam sebuah kafe.
Kota Kars dan Ýpek telah menginspirasi Ka untuk membuat puisi lagi, setelah ia mengalami kebuntuan dalam menulis puisi ketika ia berada di Jerman. ‘Salju’ adalah puisi yang menggambarkan pengalaman mistiknya tentang segala hal yang terjadi dalam dirinya ketika ia berada di Kars. Setelah ‘Salju’ mengalir lancar karya-karya puisinya yang lain.
Wanita lain yang memberi kesan di hati Ka adalah Kadife, adik kandung dari Ýpek. Seorang muslimah taat (dianggap radikal dinegerinya), Kadife bergabung dan menjadi pemimpin suatu organisasi kelompok Turki perempuan yang memperjuangkan hak mereka untuk berhijab serta menawarkan tempat berlindung bagi perempuan yang terancam oleh anggota keluarganya. Ka menyebutnya sebagai ‘Feminis Islam’.
Pada pertengahan cerita dalam buku ini diketahui..
Ternyata Ka bukanlah laki-laki yang dicintai sesungguhnya oleh kedua wanita ini (Ýpek dan Kadife). Mereka mencintai Blue (dinovel terjemahan Serambi, namanya menjadi Lazuardi, Lazuardi = langit??), seorang islamis politis yang hendak melancarkan kudeta pada Junta Militer, dan mengembalikan Turki menjadi negara Islam bukan sebagai negara sekuler seperti yang dijalankan oleh Atatürk.
Hampir lupa, satu lagi! Pada tengah kisah ada seorang tokoh, kita sebut saja seorang narator bernama Orhan (lagi-lagi Orhan Pamuk menyisipkan namanya , lagi!). Ia adalah seorang novelis yang berperan penting khususnya pada akhir cerita dalam novel ini, ia memiliki hubungan yang dekat dan erat dengan Ka(sahabat Ka), lewatnya-lah penggalan kehidupan Ka disusunnya lagi dalam sebuah buku. Setelah peristiwa empat tahun sebelumnya yang membuat Ka harus kehilangan nyawa. Cerita Ka ini, berkaitan juga dengan buku Orhan Pamuk yang lain; The Black Book dan The Museum of Innocence.
Sebuah novel yang bercerita tentang Turki sebagai negara sekuler (oleh Atatürk pada tahun 1923. Atatürk memperkenalkan sekularisasi negara dalam UUD Turki tahun 1924, bersama Reformasi Atatürk) yang menilai jilbab sebagai sebuah kemunduran dan hambatan dalam modernisasi Republik Turki yang baru (lepas dari dinasti Ottoman).
Yang terjadi adalah pertentangan dari kaum muslim konservatif dengan keyakinan yang taat dan berakibat bentrokan dengan pihak militer (negara).
Kontroversi dari pemerintahan yang dijalankan oleh Atatürk. Antara lain di bawah kepemimpinannya, Khalifah atau imam tertinggi dalam politik dan keagamaan dihapus, simbol kesultanan Ottoman juga dihapuskan, kekuatan otoritas agama dan fungsionaris berkurang dan akhirnya dihapuskan(Wikipedia).
Sungguh sebuah novel yang berat, tapi lebih ringan dari My Name is Red. Mengungkap tabir tentang apa yang terjadi dalam sebuah bangsa, dimana kebijakkannya (sekulerisme) disatu sisi memberikan manfaat terhadap modernisasi bangsa dan sisi lain adanya pemaksaaan kehendak seorang pemimpin terhadap kebebasan menjalankan perintah agama bagi rakyatnya.
Aku sarankan bagi yang pertama kali membaca karya Orhan Pamuk untuk membaca Snow terlebih dahulu.. lebih ringan karena rentang waktu kejadian pasca perang dunia II.. serasa belajar sejarah..
* Alakuþoðlu (dibaca: alakuoolu??/entahlah gak terlalu yakin ini benar atau tidak)
My Name is Red (Namaku Merah Kirmizi)
Merah adalah..
Jika kita menyentuh dengan ujung jari kita, akan terasa seperti sesuatu antara besi dan tembaga. Jika kita meneteskannya ke dalam telapak tangan kita, warna itu akan membakar. Jika kita menjilatnya, akan terasa gurih, seperti daging yang digarami. Jika kita menempelkannya di antara bibir kita, rasanya akan memenuhi rongga mulut kita. Jika kita membauinya, aromanya seperti kuda. Merah itu laksana sekuntum bunga, dengan wangi seharum bunga aster, bukan sekuntum mawar merah.
Kisah dimulai dari perintah Sultan untuk membuat: Kitab Segala Pesta, kitab tersebut adalah kado yang ditujukan untuk Hakim Agung Venesia, yang akan berkunjung ke Istambul. Kitab yang merupakan simbol kekuatan yang hebat dari kekhalifahan Islam Sultan yang agung pada tahun 1000 Hijriah (1579 Masehi). Kitab yang juga berisikan manuskrip bergambar dengan penuh kerahasiaan, terutama dalam menutupi pembuatannya, yakni sebagai lambang perdamaian terhadap orang-orang Venesia.
Para miniaturis pembuat ilustrasi dari manuskrip bergambar dan kita mengenalnya dengan julukan:
Bangau – spesifikasinya dalam pembuatan Pohon. Bangau adalah Mustafa Chelubi, ia menyebut pelukis berdosa, miniaturis muslim pertama yang pergi ke medan perang dan kembali dalam keadaan selamat dan segar bugar.
Zaitun – spesifikasinya dalam pembuatan Kapal-kapal dan Rumah-rumah. Zaitun adalah Velijan, paling pendiam dan perasa, tetapi juga yang paling besar kesalahannya dan paling berkhianat, serta yang paling hebat dalam bermuslihat.
Kupu-kupu - spesifikasinya dalam pembuatan layang-layang serta bunga. Kupu-kupu adalah Hasan Chelubi dari pabrik Mesiu, sangat tampan, banyak tingkah, serampangan, dan peragu.
Ada Shekure ibu dua anak: Shevket dan Orhan (namanya sama dengan penulis novel ini) yang menanti suaminya tak kunjung pulang setelah lebih dari 4 tahun berperang di Persia, ada Hitam yang merupakan sepupu dari Shekure dan masih memendam rasa cintanya terhadap Shekure, ia telah kembali dari pengembaraannya selama lebih dari 12 tahun, apakah pada akhirnya ia bisa bersatu dengan Shakure? Setelah segala usaha yang dilakukan Hasan (adik ipar Shakure yang juga jatuh cinta pada Shakure) untuk memisahkan keduanya..
Adanya kecemburuan dalam bengkel seni dalam pembuatan kitab tersebut, menyebabkan salah satu orang kepercayaan Sultan: Elok Effendi harus mati.
Siapakah yang membunuhnya? Apakah Hitam yang membunuhnya atau salah satu dari miniaturis (Bangau, Zaitun dan Kupu-kupu) itu? Dan pertanyaan paling penting, bisa selesaikah kitab pesanan Sultan dengan banyaknya konflik dan masalah yang tercipta karenanya..
Novel yang rumit sekaligus sangat indah karya Orhan Pamuk, My Name is Red: menurut pendapatku isi novel ini 80% adalah seni (seni lukis, dan sastra: Turki pada khususnya) dan 20%-nya drama (cinta dan konspirasi), jadi bersiaplah karena ada banyak uraian mengenai: bagaimana membuat karya ilustrasi untuk sebuah buku/kitab, bagaimana mencampurkan warna, dan bagaimana perbandingan karya seni antara timur (Turki, Persia, dan China) dan barat (Eropa). Diceritakan dari sudut pandang masing-masing tokohnya, seakan-akan mereka menelanjangi diri mereka sendiri dihadapanmu, apa rahasia dan hasrat terdalam mereka, di novel ini kalian semua akan mengetahuinya. My Name is Red ini telah mendapatkan penghargaan : Prix du Meilleur Liver Estranger (Prancis, 2002), Premio Grinzane Cavour (Italia, 2002), dan International IMPAC Dublin Literary Award (Irlandia, 2003).
Jika kita menyentuh dengan ujung jari kita, akan terasa seperti sesuatu antara besi dan tembaga. Jika kita meneteskannya ke dalam telapak tangan kita, warna itu akan membakar. Jika kita menjilatnya, akan terasa gurih, seperti daging yang digarami. Jika kita menempelkannya di antara bibir kita, rasanya akan memenuhi rongga mulut kita. Jika kita membauinya, aromanya seperti kuda. Merah itu laksana sekuntum bunga, dengan wangi seharum bunga aster, bukan sekuntum mawar merah.
Kisah dimulai dari perintah Sultan untuk membuat: Kitab Segala Pesta, kitab tersebut adalah kado yang ditujukan untuk Hakim Agung Venesia, yang akan berkunjung ke Istambul. Kitab yang merupakan simbol kekuatan yang hebat dari kekhalifahan Islam Sultan yang agung pada tahun 1000 Hijriah (1579 Masehi). Kitab yang juga berisikan manuskrip bergambar dengan penuh kerahasiaan, terutama dalam menutupi pembuatannya, yakni sebagai lambang perdamaian terhadap orang-orang Venesia.
Para miniaturis pembuat ilustrasi dari manuskrip bergambar dan kita mengenalnya dengan julukan:
Bangau – spesifikasinya dalam pembuatan Pohon. Bangau adalah Mustafa Chelubi, ia menyebut pelukis berdosa, miniaturis muslim pertama yang pergi ke medan perang dan kembali dalam keadaan selamat dan segar bugar.
Zaitun – spesifikasinya dalam pembuatan Kapal-kapal dan Rumah-rumah. Zaitun adalah Velijan, paling pendiam dan perasa, tetapi juga yang paling besar kesalahannya dan paling berkhianat, serta yang paling hebat dalam bermuslihat.
Kupu-kupu - spesifikasinya dalam pembuatan layang-layang serta bunga. Kupu-kupu adalah Hasan Chelubi dari pabrik Mesiu, sangat tampan, banyak tingkah, serampangan, dan peragu.
Ada Shekure ibu dua anak: Shevket dan Orhan (namanya sama dengan penulis novel ini) yang menanti suaminya tak kunjung pulang setelah lebih dari 4 tahun berperang di Persia, ada Hitam yang merupakan sepupu dari Shekure dan masih memendam rasa cintanya terhadap Shekure, ia telah kembali dari pengembaraannya selama lebih dari 12 tahun, apakah pada akhirnya ia bisa bersatu dengan Shakure? Setelah segala usaha yang dilakukan Hasan (adik ipar Shakure yang juga jatuh cinta pada Shakure) untuk memisahkan keduanya..
Adanya kecemburuan dalam bengkel seni dalam pembuatan kitab tersebut, menyebabkan salah satu orang kepercayaan Sultan: Elok Effendi harus mati.
Siapakah yang membunuhnya? Apakah Hitam yang membunuhnya atau salah satu dari miniaturis (Bangau, Zaitun dan Kupu-kupu) itu? Dan pertanyaan paling penting, bisa selesaikah kitab pesanan Sultan dengan banyaknya konflik dan masalah yang tercipta karenanya..
Novel yang rumit sekaligus sangat indah karya Orhan Pamuk, My Name is Red: menurut pendapatku isi novel ini 80% adalah seni (seni lukis, dan sastra: Turki pada khususnya) dan 20%-nya drama (cinta dan konspirasi), jadi bersiaplah karena ada banyak uraian mengenai: bagaimana membuat karya ilustrasi untuk sebuah buku/kitab, bagaimana mencampurkan warna, dan bagaimana perbandingan karya seni antara timur (Turki, Persia, dan China) dan barat (Eropa). Diceritakan dari sudut pandang masing-masing tokohnya, seakan-akan mereka menelanjangi diri mereka sendiri dihadapanmu, apa rahasia dan hasrat terdalam mereka, di novel ini kalian semua akan mengetahuinya. My Name is Red ini telah mendapatkan penghargaan : Prix du Meilleur Liver Estranger (Prancis, 2002), Premio Grinzane Cavour (Italia, 2002), dan International IMPAC Dublin Literary Award (Irlandia, 2003).
Bumi Manusia (Tetralogi Buru #1)
Menangis dan sedih diakhir bab terakhir ini..dan semua ditutup dengan sebuah dialog:
“Kita kalah, Ma” bisik Minke
“Kita telah melawan, nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” Nyai Ontosoroh
Ini adalah perkenalan pertamaku pada kisah para manusia..tentang kisah cinta pria pribumi dan wanita Indo nan cantik jelita; Minke dan Annelies Mellema..tentang kewibawaan seorang wanita pribumi tangguh; Sanikem atau kita lebih mengenalnya sebagai Nyai Ontosoroh..tentang seorang pria pribumi yang gamang akan hidupnya, haruskah ia hidup seperti ayah dan semua nenek moyangnya; mengagungkan sembah pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin!! Itu bukanlah yang Minke inginkan kelak dilakukan oleh anak-cucunya.. atau haruskah ia mengagungkan adat budaya Eropa..jiwa ke-Eropa-an yang memberinya pengetahuan dan peradaban..tapi hukum Eropa-lah yang juga merebut orang yang paling dikasihinya..Annelies..
Apa yang akan dilakukan oleh Minke selanjutnya??
“Kita kalah, Ma” bisik Minke
“Kita telah melawan, nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” Nyai Ontosoroh
Ini adalah perkenalan pertamaku pada kisah para manusia..tentang kisah cinta pria pribumi dan wanita Indo nan cantik jelita; Minke dan Annelies Mellema..tentang kewibawaan seorang wanita pribumi tangguh; Sanikem atau kita lebih mengenalnya sebagai Nyai Ontosoroh..tentang seorang pria pribumi yang gamang akan hidupnya, haruskah ia hidup seperti ayah dan semua nenek moyangnya; mengagungkan sembah pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin!! Itu bukanlah yang Minke inginkan kelak dilakukan oleh anak-cucunya.. atau haruskah ia mengagungkan adat budaya Eropa..jiwa ke-Eropa-an yang memberinya pengetahuan dan peradaban..tapi hukum Eropa-lah yang juga merebut orang yang paling dikasihinya..Annelies..
Apa yang akan dilakukan oleh Minke selanjutnya??
Anak Semua Bangsa (Tetralogi Buru #2)
Hapus air mata dan lepas semua duka lara..lihatlah keadaaan disekelilingmu;
“Sebagaimana kita akan tetap terkenang pada hari ini, dia pun seumur hidup akan diburu-buru oleh kenangan hari ini, sampai matinya, sampai dalam kuburnya.” Nyai Ontosoroh
“Ya Ma, kita sudah melawan, Ma, biarpun dengan mulut.” Minke
Ini adalah kisah tentang duka..tentang kehilangan..Annelies..Ini juga merupakan sebuah periode bagi Raden Mas Minke..untuk bangkit dari kesedihan..lewat sepotong cerita dari Tulangan, Sidoarjo..Daerah asal Nyai Ontosoroh, Minke menemukan Kisah Nyai Surati dan petani Trunodongso..kisah yang secara tidak langsung menyingkap tabir masa lalu kelam bagi sang tuan besar Mellema..dan dari Tulangan, Minke yang sudah terbiasa menikmati segala sanjung puja lewat garis bangsawan yang dimilikinya, melihat dengan mata kepalanya sendiri..kenyataan bahwa rakyat jelata tak berdaya..melawan kekuasaan bangsa Eropa..Lewat para sahabatnya yang merupakan anak segala bangsa; Jean Marais, Kommer, Khouw Ah Soe dan korespondensinya dengan keluarga de la Croix (Herbert, Sarah dan Miriam)..juga lewat guru sekaligus ibu mertuanya; Nyai Ontosoroh..Minke disadarkan untuk tak melulu membanggakan peradaban Eropa..untuk tak selalu mengunggulkan catatannya dalam bahasa Belanda..lewat anak segala bangsa..kesadarannya mulai tergugah.. bahwa untuk melawan segala bentuk ketidakadilan yang mendera bangsanya..ia harus menulis dalam bahasa bangsanya..dan berbuat sebaik-baiknya bagi bangsanya..
Berhasilkah Minke mencapai tujuannya??
Jejak Langkah (Tetralogi Buru #3)
Aku lari ke belakang,
cepet-cepet mandi. Masuk ke kamar,mengenakan pakaian kemarin. Semua
telah terkunci di dalam kopor atau lemari. Kotak kunci pun terkunci.
Anakkunci dibawa Prinses tak tahu lagi aku bagaimana kemunculanku.
Destar aku pasangkan sekenanya. Dan selopnya yang sebelah.. ah kau
selop, dimana pula kau bersembunyi? Mengapa pula kau ikut-ikutan
mengganggu aku? Rupa-rupanya anak anjing tetangga sebelah telah
menyembunyikannya, atau menggondolnya.
“Piaaaaah!”
“Selop! Mana selop!”
.............
Tak dapat aku melangkah menuruni jenjang sambil berpaling padanya. Dia mutiara yang tak pernah aku kenal selama ini. Prinses telah mendidiknya.
Tak aku sadari kakiku tak berselop.
Ini adalah sebuah hari yang baru..Tahun 1900, STOVIA dan Ang San Mei, 3 hal pembuka yang mewarnai jalan hidup Minke. Lewat Jejak Langkah, Max Tullenaar alias Minke mulai mengkoordinir dalam; organisasi dan jurnalistik sebagai bentuk usaha dari apa yang bisa dia berikan bagi bangsanya.. sebuah bangsa yang bahkan belum memiliki nama.. semua hal ini pasti ada kesulitan; organisasi pertama yang ia dirikan beranggotakan para priyayi statis, tak punya gairah hidup, ingin menghabiskan hidup dengan tenang dalam dinas Gubermen dan ‘Medan’ koran Pribumi berbahasa Melayu pertama yang didirikannya, mendapat pengawasan ketat dari Gubermen serta gangguan dari gerombolan De Knijpers, T.A.I, dan De Zweep yang tak lain; Robert Suurhof, salah satu dalangnya. Kisah yang semakin membuat ku terperosok pada zaman yang terjadi ketika itu; tentang pekik hiroik yang diteriakkan para pejuang Aceh dan Bali, tentang kisah gadis Jepara, dan lagi Minke dengan kisah cintanya; Bunga Akhir Abad, Ang San Mei.. dan Prinses Kasiruta.. Dua diantaranya sudah pergi meninggalkannya..satu peristiwa diujung cerita memaksa Minke untuk meninggalkan apa yang dimilikinya, Apakah Minke akan meninggalkan sang Putri Maluku ini juga..??
“Piaaaaah!”
“Selop! Mana selop!”
.............
Tak dapat aku melangkah menuruni jenjang sambil berpaling padanya. Dia mutiara yang tak pernah aku kenal selama ini. Prinses telah mendidiknya.
Tak aku sadari kakiku tak berselop.
Ini adalah sebuah hari yang baru..Tahun 1900, STOVIA dan Ang San Mei, 3 hal pembuka yang mewarnai jalan hidup Minke. Lewat Jejak Langkah, Max Tullenaar alias Minke mulai mengkoordinir dalam; organisasi dan jurnalistik sebagai bentuk usaha dari apa yang bisa dia berikan bagi bangsanya.. sebuah bangsa yang bahkan belum memiliki nama.. semua hal ini pasti ada kesulitan; organisasi pertama yang ia dirikan beranggotakan para priyayi statis, tak punya gairah hidup, ingin menghabiskan hidup dengan tenang dalam dinas Gubermen dan ‘Medan’ koran Pribumi berbahasa Melayu pertama yang didirikannya, mendapat pengawasan ketat dari Gubermen serta gangguan dari gerombolan De Knijpers, T.A.I, dan De Zweep yang tak lain; Robert Suurhof, salah satu dalangnya. Kisah yang semakin membuat ku terperosok pada zaman yang terjadi ketika itu; tentang pekik hiroik yang diteriakkan para pejuang Aceh dan Bali, tentang kisah gadis Jepara, dan lagi Minke dengan kisah cintanya; Bunga Akhir Abad, Ang San Mei.. dan Prinses Kasiruta.. Dua diantaranya sudah pergi meninggalkannya..satu peristiwa diujung cerita memaksa Minke untuk meninggalkan apa yang dimilikinya, Apakah Minke akan meninggalkan sang Putri Maluku ini juga..??
Rumah Kaca (Tetralogi Buru #4)
Sudah selesai semua petualangan para manusia dan bumi-nya, atas persaudaraan dan kesamaan nasib anak semua bangsa yang tak mau lagi terbelenggu oleh kolonialisme dan keinginan untuk memerdekan diri sendiri dan untuk setiap tindakan yang mereka lakukan, akan menciptakan jejak langkah bagi generasi mereka dan generasi sesudah mereka..
Minke..
Ia pergi dalam kesepian—ia yang sudah dilupakan, dilupakan sudah dalam hidupnya. Ia seorang pemimpin yang dilupakan oleh pengikutnya. Ini hanya terjadi di Hindia, di mana tulang belulang pun dengan cepat dihancurkan oleh kelembapan. Bagaimanapun masih baik dan masih beruntung pemimpin yang dilupakan oleh pengikut daripada seorang penipu yang jadi pemimpin yang berhasil mendapatkan banyak pengikut.
Ubah sudut pandangmu..dan nikmatilah sudut pandang baru ini..bukan lagi dari sudut pandang Minke..tokoh yang kita telah kenal sebelumnya..tapi dari seorang Jacques Pangemanann.. tokoh yang kuanggap tidak penting..sampai-sampai aku tidak mencantumkan nama-nya pada Jejak langkah..
Ia pengawas ketat bangsa-nya sendiri demi keselamatan dan kelangsungan hidup Gubermen. Semua pribumi-telah ditempatkannya dalam sebuah rumah kaca dan diletakkan dalam meja kerjanya. Segalanya menjadi jelas terlihat. Itulah pekerjaannya-mengawasi semua gerak-gerik seisi rumah kaca itu.
Maka bila ia berhasil menyelesaikan tulisan ini, dan sampai pada tangan kalian, hendaklah pada catatannya ini kalian beri judul Rumah Kaca..
Tapi yang terjadi..
Rasa penyesalan dan duka telah memenuhi hati nuraninya..diakhir perjalanan hidupnya, walaupun belum selesai catatannya mengenai Rumah Kaca..paling tidak ia telah berikan;
Kepada Madame Sanikem Le Boucq
..cukuplah semua tertera dalam berkas catatanku Rumah Kaca ini, yang dengan rela kupersembahkan kepadamu. Madamlah hakimku. Hukuman aku terima Madame.
Bersama ini aku serahkan juga padamu naskah-naskah yang memang menjadi hakmu , tulisan R.M Minke, anakmu terkasih. Terserah bagaimana Madame menggunakan dan merawatnya.
Deposuit Potentes de Sede et Exaltavat Humile--Dia Rendahkan Mereka yang Berkuasa dan Naikkan Mereka yang Hina
Adieu Buru..
Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
Tuban..
Tuban sebuah kota kabupaten disebut Pramoedya untuk menggambarkan keadaan maritim negeri kita tercinta ini..Indonesia..bukan Sriwijaya..bukan Majapahit..tapi Tuban..sebuah kerajaan kecil..dan dari sinilah cerita kita mulai..
Wiranggaleng..seorang pemuda biasa..yang mencintai gadis penari..Idayu..harus terpelencat masuk ke tengah kekuasaan Adipati Tuban, Wilwatikta (keturunan Rannggalawe) adalah seorang yang disinyalir ikut terlibat dalam kejatuhan Majapahit..dan jabatan yang disandang Wiranggeleng menjadi syahbandar muda Tuban.
Tahun 1511 adalah sebuah tahun yang penting bagi maritim nusantara karena disekitar tahun tersebut Malaka yang dikenal sebagai salah satu bandar besar di Asia..jatuh ketangan Peranggi (orang-oranng Eropa; Prancis ,Portugis, dan lainnya) dan bagi Tuban ini adalah sebuah ancaman besar..lalu lintas perdagangan menjadi terputus karena kapal-kapal dagang yang akan berlabuh ke Tuban..tidak berani berhadapan dengan Portugis..
Beberapa tahun berselang setelah kejatuhan Malaka..Adipati Unus..anak Raden Fatah dari kerajaan Demak mencoba untuk merebut Malaka kembali. Dengan tanpa bantuan Tuban (karena Demak merampas Jepara yang merupakan wilayah kekuasaan Tuban)..Adipati Unus menyerang Malaka dibantu oleh kerajaan-kerajaan kecil dari Sumatera (pecahan kerajaan Samudera Pasai.. maaf lupa detailnya ;p )..tapi gagal..telak..! Pasukan mereka di tumpas oleh persenjataan Portugis yang lebih tangguh. Kekalahan kerajaan nusantara ini, diperparah dengan adanya konflik internal yang terjadi dalam dalam diri mereka sendiri..mereka masing-masing kerajaan ini..ingin menguasai Malaka hanya untuk kepentingan kerajaan mereka sendiri.
Sementara itu..Trenggono adik dari Adipati Unus juga berambisi merebut Malaka dan kota-kota pelabuhan di Jawa Termasuk juga Tuban didalamnya..Wiranggeleng yang kini menjadi senapati Tuban dikirim oleh sang Adipati untuk menyerang Malaka..padahal pada saat yang sama pasukan Trenggono tengah menyerang Tuban..pecah perang saudara..Trenggono melawan kakaknya sendiri Adipati Unus..dan ibu mereka..Ratu Aisah..ada dipihak kerajaan Tuban.
Senapati Wiranggaleng cepat-cepat kembali ke Tuban..dan berhasil menghalau serangan Demak..pasukan Demak terusir. ..Trenggono mati!! Sementara itu..Portugis telah berhasil membinasakan armada laut kerajaan nusantara termasuk Tuban didalamnya..armada Portugis telah berhasil menguasai perairan nusantara sebelah timur (Maluku) dan mulai masuk kewilayah Jawa dengan mendirikan benteng pertahanan..
Arus telah berbalik..kita bukan lagi tuan untuk tanah dan air kita sendiri..karena mereka (orang –orang Eropa) yang kinilah menguasainya.. babak baru kolonialisme dimulai dari sini..
Bagaimana dengan nasib Wiranggaleng..??
Ia bosan berperang..ia menyerah untuk menahan arus balik..ia memilih tidak untuk jadi raja..ia ingin kembali jadi penduduk biasa jadi petani..
(jujur aku baca novel ini lompat..lompat...skip..dan skip lagi.. di bagian-bagian yang kuanggap tidak penting..panjang..panjang sekali percakapan yang ada dalam buku ini..sungguh sebuah novel yang amat melelahkan..dan juga amat bernilai..terima kasih Pramoedya!!!)
Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela
Tidak ada anak nakal, tidak ada anak bodoh, tidak ada anak malas, tidak ada anak aneh dan tidak ada anak cacat..setiap anak pada dasarnya adalah anak 'istimewa'..setiap anak dilahirkan kedunia ini membawa bakatnya masing-masing..kata-kata 'negatif' dari seseorang yang menyebabkan seseorang ketika dewasa tumbuh menjadi apa yang didengarkannya.. (aku anak nakal..yah aku memang nakal, aku akan berbuat sesuka hatiku..toh orang-orang sudah mencapku sebagai 'anak nakal')..
Sekolah Tomoe..dengan kepala sekolahnya Mr. Kobayashi mendidik seorang anak bahwa mereka semua adalah anak baik, anak pintar dan seberapapun kacau 'dunia diluar sana' anak-anak haruslah tumbuh dengan nilai jujur yang ada dalam dirinya, paham tanpa kekerasan, dan kegembiraan dan semangat dalam jiwanya..stimulus-stimulus energi positif yang diberikan keanak-anak ini menyebabkan mereka tumbuh menjadi anak yang luar biasa dan dapat mengembangkan bakat alami yang ada didalam jiwa dan diri mereka..seandainya saja sekolah Tomoe ada disini betapa menyenangkannya..anak-anak tidak akan takut untuk pergi kesekolah..maka jangan heran ya Jepang menjadi negara maju seperti sekarang..terlepas dari apa yang sudah mereka alami (Hiroshima dan Nagasaki)..lihat saja sistem pendidikannya..Salute!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
